Tumpek Wariga

Discussion in 'Upacara' started by adminbudaya, Aug 25, 2016.

  1. adminbudaya

    adminbudaya Admin Budaya
    Staff Member

    Joined:
    Aug 19, 2016
    Messages:
    7
    Likes Received:
    2
    tumpek wariga.jpg

    Tentang #TumpekWariga ! Berikut petikan kalimat yang sering kita dengar sejak dulu manakala #TumpekWariga tiba. “Nini Nini, buin selae dina galungan. Mabuah apang nged… nged… nged.” Artinya: “Nenek nenek, 25 hari lagi Galungan. Berbuahlah agar lebat… lebat… lebat…”. Begitulah ucapan para petani Hindu sembari mengetokkan golok di tangan kanan pada pepohonan saat hari Tumpek Wariga.

    Hari itu dimaknai sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan atas kesuburan tanaman hingga tumbuh baik dan menghasilkan buah atau bunga lebat. Dalam penyebutannya; Tumpek wariga, juga disebut tumpek bubuh, tumpek uduh, tumpek pengatag, dirayakan umat Hindu setiap 210 hari sekali, atau 25 hari sebelum Hari Raya Galungan, yakni setiap Dina Saniscara (Sabtu) Kliwon Wuku Wariga.

    Sarana Upakara: Sebagai ucapan syukur, umat Hindu mempersembahkan banten ajuman/soda dan bubur sumsum (terbuat dari tepung beras, ditaburi kelapa dan gula merah cair). Pada pohon juga diisi ceniga. Dan dibawahnya segehan cacahan . Sumber @infobadung & Blog Dharmavada
     
    #1

Share This Page